THE GECKO PROJECT: STUDI PENERAPAN SLOW JOURNALISM UNTUK ISU LINGKUNGAN DAN ANCAMAN PERUBAHAN IKLIM

Sepanjang 2000 hingga 2012, Indonesia telah kehilangan 6,02 juta hectare luas hutan dengan
rata-rata 840 ribu hectare per tahun. Pembabatan hutan primer Indonesia yang ekstensif telah
meningkatkan emisi gas rumah kaca dan musnahnya keanekaragaman hayati. Media
memiliki tanggung jawab untuk membentuk publik yang sadar informasi (well-informed
citizen) yang menyangkut kebijakan. Informasi yang diberitakan oleh media diharapkan
menjadi referensi bagi public, termasuk para pemangku kepentingan dalam proses
pengambilan keputusan (decision making). Sehingga kebijakan yang kelak ditetapkan dan
diterapkan tidak merugikan publik. Namun di era digital, berita-berita yang disajikan
umumnya cenderung singkat/pendek, langsung, dangkal, sensasional, dan menonjolkan
peristiwa yang dramatik untuk memikat perhatian audiens (clickbait). Di tengah munculnya
media-media daring yang menyajikan berita pendek, dangkal dan mengutamakan kecepatan,
muncul The Gecko Project. Institusi media nirlaba ini menerapkan konsep slow journalism
dengan fokus pada isu-isu lingkungan dan perubahan iklim. Penelitian ini dimaksudkan untuk
menelaah model jurnalisme yang ditawarkan The Gecko Project. Riset ini juga hendak
mengidentifikasi gaya pemberitaan terkait isu kerusakan lingkungan dan ancaman perubahan
iklim di Indonesia, seperti penggunaan elemen narasi (storytelling) dan format penyajian
yang memanfaatkan elemen-elemen visual, audio, infografis, dan pelibatan khalayak
(audience engagement).