PENGARUH JARGON TERHADAP KESADARAN INDIVIDU TENTANG ISU PERUBAHAN IKLIM

Komunikasi lingkungan merupakan sesuatu yang masih terus berkembang di
Indonesia. Salah satu bentuk komunikasi lingkungan adalah mengomunikasikan perubahan
iklim. Hanya saja, dalam mengomunikasikan isu perubahan iklim di Indonesia memiliki
tantangan yang berarti. Belum meratanya pemahaman akan makna perubahan iklim,
menjadikan perubahan iklim hanya sepintas dengar namun tidak paham. Penyematan jargon
dalam informasi atau berita tentang perubahan iklim dinilai sebagai upaya yang dapat
membantu pemahaman masyarakat, secara khusus masyarakat Indonesia. Namun,
berdasarkan google trend dalam sehatun terakhir, indeks pencarian kata kunci perubahan
iklim di Indonesia kalah banyak ketimbang kata kunci pemanasan global. Berbanding terbalik
dengan pencarian terbesar di dunia (worldwide) didominasi pencarian kata kunci perubahan
iklim. Menjadi menarik untuk diteliti hubungan di antara dua jargon ini terhadap kesadaran
individu tentang isu perubahan iklim. Dari beragam penelitian tentang efek bingkai berita,
diketahui bahwa sebuah bingkai berita memiliki efek kognitif bagi individu yang
membacanya, termasuk efek jargon yang juga merupakan salah satu cara membingkai berita.
‘Jargonisasi’ atau pelabelan ini dipercaya memiliki aksesibilitas kognitif pengetahuan dan
cenderung mempengaruhi hasil opini. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan melihat
probabilitas pengaruh paling besar di antara penggunaan jargon perubahan iklim atau
pemanasan global terhadap kesadaran masalah iklim individu yang akan dikaji dengan
menggunakan metode kuantitatif eksperimen pada berita online, suatu bentuk metode
penelitian yang masih belum banyak di Indonesia.